A.IDENTITAS BUKU
Judul buku :
STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Pengarang :
Dra. Roestiyah N.K.
Tahun terbit :
2001
Penerbit :
PT RINEKA CIPTA
Tempat terbit : Jakarta
Tebal :
169 Halaman
BIOGRAFI PENULIS
Dra. Roestiyah N.K
B.INTI SARI BUKU
Buku yang berjudul Strategi Belajar Mengajar ini didalamnya
membahas tentang bagaimana seharusnya guru memiliki strategi belajar mengajar
agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk
memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik – teknik penyajian atau
biasanya disebut metode mengajar. Teknik penyajian pelajaran adalah suatu
pengetahuan tentang cara – cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau
instratruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai
guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada di dalam kelas, agar
pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan dipergunakan oleh siswa dengan
baik. Buku ini menguraikan bermacam – macam metode mengajar atau teknik
penyajian yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam tugasnya mengajar. Namun
perlu dipahami bahwa setiap jenis teknik penyajian hanya sesuai atau tepat
untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu pula. Jadi untuk tujuan yang berbeda
guru harus menggunakan teknik penyajian yang berbeda pula, atau guru menyiapkan
beberapa tujuan,ia harus mampu pula menggunakan beberapa teknik penyajian
sekaligus untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun macam – macam metode mengajar
meliputi:
Ialah salah satu teknik belajar mengajar yang
dilakukan oleh seorang guru di sekolah.di dalam diskusi ini proses interaksi
antara dua atau lebih individu yang terlibat,saling tukar menukar pengalaman,
informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang
pasif sebagai pendengar saja.
Tujuan penggunanaan teknik diskusi:
·
Dengan
diskusi siswa didorong menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk
memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada pendapat orang lain.
·
Siswa
mampu menyatakan pendapat secara lisan, karena hal itu perlu untuk melatih
kehidupan yang demokratis.
·
Diskusi
memberi kemungkinan pada siswa untuk beljar berpartisipasi dalam pembicaraan
untuk menyelesaikan suatu masalah.
Menurut Robert L. Cilstrap dan William R
Martin memberi pengertian kerja kelompok sebagai kegiatan sekelompok siswa yang
biasanya berjumlah kecil yang diorganisir untuk kepentingan belajar.
Keberhasilan kerja kelompok ini menuntut kegiatan yang kooperatif dari beberapa
individu tersebut.
Penggunaan teknik kerja kelompok untuk
mengajar mempunyai tujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan teman yang lain
dalam mencapai tujuan bersama.
Adapun pengelompokkan itu biasanya didasarkan
pada:
a. Adanya alat pelajaran yang tidak mencukupi
jumlahnya
b. Kemampuan belajar siswa
c. Minat khusus
d. Mempebesar partisipasi siswa
e. Pembagian tugas atau pekerjaan
f. Keja sama yang efektif
Keuntungan menggunakan teknik kerja kelompok:
-
Dapat
memberikan kesempatan siswa untuk menggunakan ketrampilan bertanya dan membahas
suatu masalah
-
Siswa
lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasu /masalah.
-
Dapat
mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan ketrampilan berdiskusi.
-
Memungkinkan
guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhannya
belajar.
-
Siswa
lebih aktif berpartisipasi dalam kelompok.
-
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai dan menghormati
pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain dan saling membantu untuk
mencapai tujuan bersama.
Kelemahan teknik kerja kelompok:
-
Kerja
kelompok sering – sering melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap
memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
-
Strategi
ini kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda – beda dan gaya
mengajar yang berbeda pula.
-
Keberhasilan
kerja kelompok ini bergantung pada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk
bekerja sendiri.
Adalah proses metal dimana siswa mampu
mengasimilasi suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses metal ialah
antara lain: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong –golongkan, membuat
dugaan, menjelaskan,mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya.
Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha
meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
Maka teknik ini memiliki keunggulan sebagai
berikut:
-
Mampu
membantu siswa untuk mengembangkan; memperbanyak kesiapan; serta penguasaan
ketrampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
-
Siswa
memperoleh pengetahuan yang pribadi sehinnga dapat kokoh/mendalam tertinggal
dalam jiwa siswa tersebut.
-
Dapat
membangkitkan kegairahan belajar siswa.
-
Memberi
kesempatan siswa untuk maju sesuai dengan kemampuan masing – masing.
-
Mampu
mengarahkan cara siswa belajar,sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk
belajar lebih giat.
-
Menambah
proses kepercayaan diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.
Sedangkan kelemahannya antara lain:
-
Siswa
harus ada kesiapan dan kematangan mental serta harus berani dan berkeinginan
untuk mengetahui keadaan sekitar dengan baik.
-
Bila
kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil.
-
Teknik
ini mumngkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.
Inquiry adalah istilah dalam bahasa inggris;
merupakan suatu tekik yang digunakan guru untuk mengajar didepan kelas. Adapuun
pelaksanaannya seebagai berikut: guru membagi tugas meneliti suatu masalah di
kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing – masing kelompok
mendapatkan tugas – tugas tertentu yang harus dikerjakkan. Kemudian mereka
mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya didalam kelompok. Seteklah hasil
kerja mereka dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang
tersususn dengan baik.
Dalam teknik inquiry guru beerperan untuk:
1. Menstimulir dan menantang siswa untuk
berpikir.
2. Memberikan fleksibilitas dan kebebasan untuk
berinisiatif dan bertindak.
3. Memberikan dukungan untuk “inquiry”.
4. Menentukan diagnosa kesulitan-kesulitan siswa
dan membantu mengatasinya.
5. Mengidentifikasi dan menggunakan “teach able
moment”sebaik-baiknya.
Penggunaan teknik eksperimen bertujuan agar
siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas
persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga
siswa dapat terlatih dalam cara berpikir yang ilmiah (scientific thingking).
Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori yang sedang
dipelajarinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adar
pelaksanaknaan teknik eksperimen itu efektif dan efisien:
-
Dalam
eksperimen siswa harus melakukan percobaan.
-
Agar
eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau
mungkin hasilnya tidak membahayakan, makam kondisi alat dan mutu bahan
percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
-
Dalam eksperimen siswa harus teliti dan
konsentrasi dalam mengamati suatu percobaan.
-
Siswa
dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih maka perlu diberi petunjuk
yang jelas.
-
Perlu
dimengerti juga bahwa tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah
yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan manusia.
Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu
tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Keunggulan teknik eksperimen:
·
Dengan
eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala
masalah. Sehingga tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum pasti
kebenarannya, dan tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan
kebenarannya.
·
Mereka
lebih aktif berpikir dan berbuat, dimana siswa lebih banyak aktif belajar
sendiri dengan bimbingan guru.
·
Sisswa
dalam melaksanakan proses eksperimen disamping memperoleh ilmu pengetahuan juga
menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan dalam menggunakan alat-alat
percobaan.
·
Dengan
eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran suatu teori, sehingga akan
mengubah sikap mereka yang tahayul, ialah peristiwa-peristiwa yang tidak masuk
akal.
Demonstrasi adalah cara mengajar dimana
seorang instruktur/atau tim guru menunjukkkan atau memperlihatkan suatu
prosessehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar
mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru
tersebut. Penggunaan teknik demonstrasi bertujuan agar siswa mampu memahami
tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu serta siswa akan mengetahui
kebenaran dari suatu teori didalam praktek.
Keuntungan menggunakan teknik demonstrasi
ialah: perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang
diberikan, kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan
dapat diatasi melalaui pengamatan dan contoh kongkrit.
Sedangkan untuk kelemahannya antara lain
ialah: apabila dalam demonstrasi siswa tidak diikutsertakan, maka proses
demonstrasi akan kurang dipahamioleh siswa, sehingga kurang berhasil adanya
demonstrasi itu.
Yang dimaksud teknik penyajian kerja lapangan
ialah cara mengajar dengan jalan mengajak siswa kesuatu tempat diluar sekolah,
yang bertujuan tidak hanya sekedar mengadakan observasi atau peninjauan
saja,tetapi langsung terjun turut aktif/berpartisipasi ke lapangan kerja, agar
siswa dapat menghayati sendiri serta mengadakan penyelidikan serta bekerja
sendiri di dalam pekerjaan yang ada di masyarakat. Teknik ini bertujuan untuk
agar siswa dapat langsung menghayati sendiri dan berpartisipasi aktif dalam
proses pekerjaan itu.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan agar
pelaksanaan teknik penyajian kerja lapangan dapat berhasil: guru harus mampu
merumuskan tujuan dari latihan kerja itu secara jelas,guru perlu menghubungi
pengurus tempat sasaran untuk meminta izin, dan meninjau situasi apa yang harus
dikerjakan siswa nantinya. Menyiapkan siswa dengan tugas-tugas yang sudah
diatur memberi tugas dalam kelompok,instruksi yang jelas. Guru harus mengawasi
langsungpada pekerjaan siswa dan bisa memberi nasehat bila diperlukan oleh
siswa. Setelah siswa kembali ke sekolah diharuskan membuat laporan hasil
trainingnya,untuk didiskusikan dievaluasi bersama-sama.
Kadang-kadang banyak peristiwa psikologis
atau sosil yang sukar bila dijelaskan dengan kata-kata belaka. Maka perlu
didramatisasikan untuk berperanan dalam peristiwa sosial itu. Dalam hal ini
perlu digunakan teknik Sosiodrama ialah siswa dapat mendramatisasikan tingkah
laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar
manusia. Atau dengan roll playing dimana siswa dapat berperan atau memeinkan
peranan dalam dramatisasi masalah sosial/psikologis itu. Karena kedua teknik
ini hampir sama, maka dapat digunakan bergantian tidak ada salahnya.
Teknik ini memiliki tujuan agar siswa dapat
memahami perasaan orang lain dapat tepo sliro dan toleransi. Dengan teknik ini,
siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran, karena masalah-masalah sosial
sangat berguna bagi mereka, karena mereka bermain peranan sendiri, maka mudah
memahami masalah-masalah sosial itu.
Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan
juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk
menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok
persoalan serta malah secara lisan.
Biasanya guru menggunakan teknik ceramah bila
memiliki tujuan agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok persoalan
atau masalah tertentu.
Teknik ceramah mempunyai keunggulan bahwa
guru akan lebih mudah mengawasi ketertiban siswa dalam mendengarkan pelajaran,
disebabakan mereka melakukan kegiatan yang sama, bagi guru sepenuhnya
memusatkan perhatian pada kelas yang sedang bersama-sama mendengarkan
pelajarannya.
Selain keunggulan teknik ini juga memiliki
kelemahan antara lain yaitu guru tidak mampu mengontrol sejauh mana siswa itu
memahami uraiannya., dalam menangkap pengertian pelajaran dapat emberi
pengertian yang berbeda mengenai apa yang kita jelaskan kepada mereka, baik mengenai
kata-kata maupun istilahnya, sehingga kesimpulan yang diperoleh juga lain
dengan apa yang dimaksudkan oleh guru.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut bisa
menggunakan cara : selama guru melakukan ceramah, guru perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan
kepada siswanya, cara ini dapat dipakai untuk meneliti apakah siswanya memahami
uraian pelajarannya selain itu juga dengan pertanyaan dapat membangkitkan
perhatian siswa kembali pada pelajaran itu.
Prosedur pelaksanaan dengan teknik ceramah
yaitu sebagai berikut:
Guru harus secara terampil dan berdasarkan
pemikiran yang mendalam perlu merumuskan tujuan intruksional,yang sangat khusus
dan konkrit. Selanjutnya perlu mempertimbangkan dari banyak segi, apakah
pilihan anda dengan menggunakan berceramah itu telah tepat. Perlu memahami
bahan pelajaran dari segi urutan dan luasnya isi agar siswa dapat memahami
dengan baik apa yang telah dijelaskan.
Dalam menggunakan teknik ceramah sebaiknya
mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian yang lain sehingga proses belajar
mengajar dapat terlaksana dan dapat berlangsung dengan intensif.
Kalau siswa
mendengarkan ceramah terus menerus, maka akan mengantuk dan bosan. Lama
kelamaan perhatiannya menuru , apalagi bila si penceramah suara dan ucapanya
tidak menarik.
Maka untuk
menciptakan kehidupan interaksi mengajar belajar perlu guru menimbulkan teknik
tanya jawab atau dialog. Ialah suatu teknik untuk memberi motivasi pada siswa
agar bangkit pemikirannya untuk bertannya, salam adalam mendengarkan pelajaran
atau guru yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab. Pasti
saja pertanyaan-pertanyaan itu mengenai pelajaran yang sedang diajarkan oleh
guru dan siswa seharusnya sudah mengerti, atau pertanyaan yang lebih luas asal
berkaitan dengan pelajaran, atau juga mungkin pengalaman yang dihayati dengan
tanya jawab itu, pelajaran akan lebih mendalam dan meluas.
Teknik tanya jawab itu mempunyai tujuan, agar
siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang fakta yang dipelajari,
didengar atupun dibaca, sehingga mereka memiliki pengertian yang mendalam
tentang fakta itu. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu mampu menjelaskan
langkah-langkah berpikir atau proses dalam memecahkan masalah soal/masalah,
sehingga jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat yang akan merugikan siswa
sendiri dalam menangkap suatu masalah untuk dipecahkan. Dengan demikian mungkin
siswa menemukan pemecahan masalah dengan cepat dan tepat.
Teknik ini yaitu dengan cara pemberian tugas,
dalam pemberian tugas dapt diberikan dalam bentuk daftar sejumlah pertanyaan
mengenai meta pelajaran tertentu, atau suatu perintah yang harus dibahas dengan
diskusi atu perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran, dapat juga berupa tugas
tertulis atau tugas lisan yang lain, dapat ditugaskan untuk mengumpulkan
sesuatu, mengadakan observasi terhadap sesuatu dan bisa juga melakukan
eksperimen.
Teknik pemberian tugas atau retsitasi
biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan
latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam
mempelajari sesuatu dapat terintegrasi, dan siswa terasa terangsang untuk
meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggung
jawab sendiri.
Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai
teknik penyajian yaitu, siswa dapat mendalami dan mengalami sendiri pengetahuan
yang dicarinya,dalam melaksanakan tugas ditunjang dengan minat dan perhatian
siswa serta kejelasan tujuan mereka bekerja. Pada kesempatan ini siswa dapat
mengembangkan daya berpikirnya sendiri, daya inisiatif, daya kreatif, tanggung
jawab dan melatih diri sendiri.
Namun teknik ini juga tidak lepas dari
kelemahan-kelemahan seperti, siswa kemungkinan hanya meniru pekerjaan temanya,
kemungkinan lain orang lain yang mengerjakan tugas itu, maka diperlukan bantuan
orang tua nutuk mengawsi putra-putrinya dalam mengerjakan tugas rumahnya.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam
resitasi:
Pertama :
merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan
Kedua :
pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik resitasi itu telah tepat dapat mencapai tujuan yang telah
anda rumuskan
Ketiga :
anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti
Keempat :
anda telah menyiapakan alat evaluasi sehingga setelah resutasi selesai
dilaporkan didepan kelas atau didiskusikan atau u8ntuk tunya jawab maka guru
segera bisa mengevaluasi hasil kerja siswa itu
Dalam masing-masing teknik memiliki keunggulan
dan kelebihan tersendiri, sehingga pada hakikatnya teknik yang paling tepat
untuk setiap mata pelajaran itu sulit ditentukan, begitu juga kita sulit
menggunakan salah satu metode saja secara murni.
Maka biasanya menggunakan variasi,
mengkombinasikan dengan teknik lain yang sesuai dan saling menunjang.
Namun dapat disimpulkan bahwa setiap teknik
penyajian itu dikatakan baik bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
2. Dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan
guru dan pemimpin.
3. Tergantung pula pada kemampuan orang yang
belajar.
4. Serasi dengan besarnya kelompok.
5. Melihat waktu penggunaannya.
6. Melihat fasilitas yang ada.
Macam-macam teknik penyajian ini diharapkan
hasil interaksi belajar mengajar itu dapat berdaya guna dan berhasil guna serta
memenfaatkan media pendidikan yang ada.
C.KEUNGGULAN
DAN KELEMAHAN BUKU
Ø
KEUNGGULAN
Buku ini mempunyai
beberapa keunggulan diantaranya yaitu:
§ Buku ini menggunakan bahasa yang mudah
dimengerti pembaca sehingga apa yang diinginkan penulis dapat tersampaikan.
§ Buku ini dipaparkan secara sistematis dan
diuraikan setahap demi setahap guna membantu pembaca untuk memahaminya.
§ Agar pembaca lebih memahami materi, buku ini
juga memaparkan contoh implementasi beserta
penerapannya.
Ø
KELEMAHAN
Selain kenggulan buku
ini juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya yaitu:
- Didalam buku ini masih ditemukan beberapa kata yang mengandung arti membingungkan bagi pembaca untuk memahaminya.
- Buku ini
juga terlalu banyak memaparkan teori sehingga pembaca bingung dan cenderung
malas untuk mencari arti sebenarnya yang ingin disampaikan oleh penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar