Rabu, 25 Januari 2012

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR


A.IDENTITAS BUKU
Judul buku : STRATEGI BELAJAR MENGAJAR
Pengarang    : Dra. Roestiyah N.K.
Tahun terbit : 2001
Penerbit       : PT RINEKA CIPTA
Tempat terbit        : Jakarta
Tebal           : 169 Halaman
BIOGRAFI PENULIS
Dra. Roestiyah N.K
B.INTI SARI BUKU
Buku yang berjudul Strategi Belajar Mengajar ini didalamnya membahas tentang bagaimana seharusnya guru memiliki strategi belajar mengajar agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik – teknik penyajian atau biasanya disebut metode mengajar. Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara – cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau instratruktur. Pengertian lain ialah sebagai teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada di dalam kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan dipergunakan oleh siswa dengan baik. Buku ini menguraikan bermacam – macam metode mengajar atau teknik penyajian yang dapat dimanfaatkan oleh guru dalam tugasnya mengajar. Namun perlu dipahami bahwa setiap jenis teknik penyajian hanya sesuai atau tepat untuk mencapai suatu tujuan yang tertentu pula. Jadi untuk tujuan yang berbeda guru harus menggunakan teknik penyajian yang berbeda pula, atau guru menyiapkan beberapa tujuan,ia harus mampu pula menggunakan beberapa teknik penyajian sekaligus untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun macam – macam metode mengajar meliputi:

*      Teknik diskusi
Ialah salah satu teknik belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah.di dalam diskusi ini proses interaksi antara dua atau lebih individu yang terlibat,saling tukar menukar pengalaman, informasi, memecahkan masalah, dapat terjadi juga semuanya aktif tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja.
Tujuan penggunanaan teknik diskusi:
·         Dengan diskusi siswa didorong menggunakan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, tanpa selalu bergantung pada pendapat orang lain.
·         Siswa mampu menyatakan pendapat secara lisan, karena hal itu perlu untuk melatih kehidupan yang demokratis.
·         Diskusi memberi kemungkinan pada siswa untuk beljar berpartisipasi dalam pembicaraan untuk menyelesaikan suatu masalah.

*      Kerja Kelompok
Menurut Robert L. Cilstrap dan William R Martin memberi pengertian kerja kelompok sebagai kegiatan sekelompok siswa yang biasanya berjumlah kecil yang diorganisir untuk kepentingan belajar. Keberhasilan kerja kelompok ini menuntut kegiatan yang kooperatif dari beberapa individu tersebut.
Penggunaan teknik kerja kelompok untuk mengajar mempunyai tujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan teman yang lain dalam mencapai tujuan bersama.
Adapun pengelompokkan itu biasanya didasarkan pada:
a.    Adanya alat pelajaran yang tidak mencukupi jumlahnya
b.    Kemampuan belajar siswa
c.    Minat khusus
d.   Mempebesar partisipasi siswa
e.    Pembagian tugas atau pekerjaan
f.    Keja sama yang efektif
Keuntungan menggunakan teknik kerja kelompok:
-          Dapat memberikan kesempatan siswa untuk menggunakan ketrampilan bertanya dan membahas suatu masalah
-          Siswa lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu kasu /masalah.
-          Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan ketrampilan berdiskusi.
-          Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan siswa sebagai individu serta kebutuhannya belajar.
-          Siswa lebih aktif berpartisipasi dalam kelompok.
-          Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temannya, menghargai pendapat orang lain dan saling membantu untuk mencapai tujuan bersama.
Kelemahan teknik kerja kelompok:
-          Kerja kelompok sering – sering melibatkan kepada siswa yang mampu sebab mereka cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang.
-          Strategi ini kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda – beda dan gaya mengajar yang berbeda pula.
-          Keberhasilan kerja kelompok ini bergantung pada kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja sendiri.

*      Penemuan ( Discovery )
Adalah proses metal dimana siswa mampu mengasimilasi suatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses metal ialah antara lain: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong –golongkan, membuat dugaan, menjelaskan,mengukur, membuat kesimpulan dan sebagainya.
Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
Maka teknik ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
-          Mampu membantu siswa untuk mengembangkan; memperbanyak kesiapan; serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
-          Siswa memperoleh pengetahuan yang pribadi sehinnga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
-          Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa.
-          Memberi kesempatan siswa untuk maju sesuai dengan kemampuan masing – masing.
-          Mampu mengarahkan cara siswa belajar,sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
-          Menambah proses kepercayaan diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.
Sedangkan kelemahannya antara lain:
-          Siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental serta harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitar dengan baik.
-          Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil.
-          Teknik ini mumngkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.

*      Inquiry
Inquiry adalah istilah dalam bahasa inggris; merupakan suatu tekik yang digunakan guru untuk mengajar didepan kelas. Adapuun pelaksanaannya seebagai berikut: guru membagi tugas meneliti suatu masalah di kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing – masing kelompok mendapatkan tugas – tugas tertentu yang harus dikerjakkan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya didalam kelompok. Seteklah hasil kerja mereka dalam kelompok didiskusikan, kemudian dibuat laporan yang tersususn dengan baik.
Dalam teknik inquiry guru beerperan untuk:
1.    Menstimulir dan menantang siswa untuk berpikir.
2.    Memberikan fleksibilitas dan kebebasan untuk berinisiatif dan bertindak.
3.    Memberikan dukungan untuk “inquiry”.
4.    Menentukan diagnosa kesulitan-kesulitan siswa dan membantu mengatasinya.
5.    Mengidentifikasi dan menggunakan “teach able moment”sebaik-baiknya.

*      Eksperimen
Penggunaan teknik eksperimen bertujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berpikir yang ilmiah (scientific thingking). Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori yang sedang dipelajarinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adar pelaksanaknaan teknik eksperimen itu efektif dan efisien:
-          Dalam eksperimen siswa harus melakukan percobaan.
-          Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, makam kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
-           Dalam eksperimen siswa harus teliti dan konsentrasi dalam mengamati suatu percobaan.
-          Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih maka perlu diberi petunjuk yang jelas.
-          Perlu dimengerti juga bahwa tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Keunggulan teknik eksperimen:
·         Dengan eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah. Sehingga tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum pasti kebenarannya, dan tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan kebenarannya.
·         Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, dimana siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.
·         Sisswa dalam melaksanakan proses eksperimen disamping memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan dalam menggunakan alat-alat percobaan.
·         Dengan eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran suatu teori, sehingga akan mengubah sikap mereka yang tahayul, ialah peristiwa-peristiwa yang tidak masuk akal.

*      Demonstrasi
Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur/atau tim guru menunjukkkan atau memperlihatkan suatu prosessehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati, mendengar mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh guru tersebut. Penggunaan teknik demonstrasi bertujuan agar siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu serta siswa akan mengetahui kebenaran dari suatu teori didalam praktek.
Keuntungan menggunakan teknik demonstrasi ialah: perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan, kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalaui pengamatan dan contoh kongkrit.
Sedangkan untuk kelemahannya antara lain ialah: apabila dalam demonstrasi siswa tidak diikutsertakan, maka proses demonstrasi akan kurang dipahamioleh siswa, sehingga kurang berhasil adanya demonstrasi itu.

*      Teknik Penyajian Kerja Lapangan
Yang dimaksud teknik penyajian kerja lapangan ialah cara mengajar dengan jalan mengajak siswa kesuatu tempat diluar sekolah, yang bertujuan tidak hanya sekedar mengadakan observasi atau peninjauan saja,tetapi langsung terjun turut aktif/berpartisipasi ke lapangan kerja, agar siswa dapat menghayati sendiri serta mengadakan penyelidikan serta bekerja sendiri di dalam pekerjaan yang ada di masyarakat. Teknik ini bertujuan untuk agar siswa dapat langsung menghayati sendiri dan berpartisipasi aktif dalam proses pekerjaan itu.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan teknik penyajian kerja lapangan dapat berhasil: guru harus mampu merumuskan tujuan dari latihan kerja itu secara jelas,guru perlu menghubungi pengurus tempat sasaran untuk meminta izin, dan meninjau situasi apa yang harus dikerjakan siswa nantinya. Menyiapkan siswa dengan tugas-tugas yang sudah diatur memberi tugas dalam kelompok,instruksi yang jelas. Guru harus mengawasi langsungpada pekerjaan siswa dan bisa memberi nasehat bila diperlukan oleh siswa. Setelah siswa kembali ke sekolah diharuskan membuat laporan hasil trainingnya,untuk didiskusikan dievaluasi bersama-sama.

*      Sosiodrama dan Bermain Peranan (Roll Playing)
Kadang-kadang banyak peristiwa psikologis atau sosil yang sukar bila dijelaskan dengan kata-kata belaka. Maka perlu didramatisasikan untuk berperanan dalam peristiwa sosial itu. Dalam hal ini perlu digunakan teknik Sosiodrama ialah siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku, atau ungkapan gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia. Atau dengan roll playing dimana siswa dapat berperan atau memeinkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial/psikologis itu. Karena kedua teknik ini hampir sama, maka dapat digunakan bergantian tidak ada salahnya.
Teknik ini memiliki tujuan agar siswa dapat memahami perasaan orang lain dapat tepo sliro dan toleransi. Dengan teknik ini, siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran, karena masalah-masalah sosial sangat berguna bagi mereka, karena mereka bermain peranan sendiri, maka mudah memahami masalah-masalah sosial itu.

*      Teknik Ceramah
Cara mengajar dengan ceramah dapat dikatakan juga sebagai teknik kuliah, merupakan suatu cara mengajar yang digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi, atau uraian tentang suatu pokok persoalan serta malah secara lisan.
Biasanya guru menggunakan teknik ceramah bila memiliki tujuan agar siswa mendapatkan informasi tentang suatu pokok persoalan atau masalah tertentu.
Teknik ceramah mempunyai keunggulan bahwa guru akan lebih mudah mengawasi ketertiban siswa dalam mendengarkan pelajaran, disebabakan mereka melakukan kegiatan yang sama, bagi guru sepenuhnya memusatkan perhatian pada kelas yang sedang bersama-sama mendengarkan pelajarannya.
Selain keunggulan teknik ini juga memiliki kelemahan antara lain yaitu guru tidak mampu mengontrol sejauh mana siswa itu memahami uraiannya., dalam menangkap pengertian pelajaran dapat emberi pengertian yang berbeda mengenai apa yang kita jelaskan kepada mereka, baik mengenai kata-kata maupun istilahnya, sehingga kesimpulan yang diperoleh juga lain dengan apa yang dimaksudkan oleh guru.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut bisa menggunakan cara : selama guru melakukan ceramah, guru perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswanya, cara ini dapat dipakai untuk meneliti apakah siswanya memahami uraian pelajarannya selain itu juga dengan pertanyaan dapat membangkitkan perhatian siswa kembali pada pelajaran itu.
Prosedur pelaksanaan dengan teknik ceramah yaitu sebagai berikut:
Guru harus secara terampil dan berdasarkan pemikiran yang mendalam perlu merumuskan tujuan intruksional,yang sangat khusus dan konkrit. Selanjutnya perlu mempertimbangkan dari banyak segi, apakah pilihan anda dengan menggunakan berceramah itu telah tepat. Perlu memahami bahan pelajaran dari segi urutan dan luasnya isi agar siswa dapat memahami dengan baik apa yang telah dijelaskan.
Dalam menggunakan teknik ceramah sebaiknya mengkombinasikan dengan teknik-teknik penyajian yang lain sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dan dapat berlangsung dengan intensif.

*      Teknik Penyajian dengan Tanya Jawab/Dialaog
Kalau siswa mendengarkan ceramah terus menerus, maka akan mengantuk dan bosan. Lama kelamaan perhatiannya menuru , apalagi bila si penceramah suara dan ucapanya tidak menarik.
Maka untuk menciptakan kehidupan interaksi mengajar belajar perlu guru menimbulkan teknik tanya jawab atau dialog. Ialah suatu teknik untuk memberi motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertannya, salam adalam mendengarkan pelajaran atau guru yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab. Pasti saja pertanyaan-pertanyaan itu mengenai pelajaran yang sedang diajarkan oleh guru dan siswa seharusnya sudah mengerti, atau pertanyaan yang lebih luas asal berkaitan dengan pelajaran, atau juga mungkin pengalaman yang dihayati dengan tanya jawab itu, pelajaran akan lebih mendalam dan meluas.
Teknik tanya jawab itu mempunyai tujuan, agar siswa dapat mengerti atau mengingat-ingat tentang fakta yang dipelajari, didengar atupun dibaca, sehingga mereka memiliki pengertian yang mendalam tentang fakta itu. Diharapkan pula dengan tanya jawab itu mampu menjelaskan langkah-langkah berpikir atau proses dalam memecahkan masalah soal/masalah, sehingga jalan pikiran anak tidak meloncat-loncat yang akan merugikan siswa sendiri dalam menangkap suatu masalah untuk dipecahkan. Dengan demikian mungkin siswa menemukan pemecahan masalah dengan cepat dan tepat.
  
*      Teknik Pemberian Tugas dan Resitasi
Teknik ini yaitu dengan cara pemberian tugas, dalam pemberian tugas dapt diberikan dalam bentuk daftar sejumlah pertanyaan mengenai meta pelajaran tertentu, atau suatu perintah yang harus dibahas dengan diskusi atu perlu dicari uraiannya pada buku pelajaran, dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain, dapat ditugaskan untuk mengumpulkan sesuatu, mengadakan observasi terhadap sesuatu dan bisa juga melakukan eksperimen.
Teknik pemberian tugas atau retsitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar   yang lebih mantap, karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas, sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu dapat terintegrasi, dan siswa terasa terangsang untuk meningkatkan belajar yang lebih baik, memupuk inisiatif dan berani bertanggung jawab sendiri.
Teknik resitasi ini memiliki kebaikan sebagai teknik penyajian yaitu, siswa dapat mendalami dan mengalami sendiri pengetahuan yang dicarinya,dalam melaksanakan tugas ditunjang dengan minat dan perhatian siswa serta kejelasan tujuan mereka bekerja. Pada kesempatan ini siswa dapat mengembangkan daya berpikirnya sendiri, daya inisiatif, daya kreatif, tanggung jawab dan melatih diri sendiri.
Namun teknik ini juga tidak lepas dari kelemahan-kelemahan seperti, siswa kemungkinan hanya meniru pekerjaan temanya, kemungkinan lain orang lain yang mengerjakan tugas itu, maka diperlukan bantuan orang tua nutuk mengawsi putra-putrinya dalam mengerjakan tugas rumahnya.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam resitasi:
Pertama       : merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan
Kedua          : pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik resitasi itu telah       tepat dapat mencapai tujuan yang telah anda rumuskan
Ketiga          : anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti
Keempat      : anda telah menyiapakan alat evaluasi sehingga setelah resutasi selesai dilaporkan didepan kelas atau didiskusikan atau u8ntuk tunya jawab maka guru segera bisa mengevaluasi hasil kerja siswa itu

Dalam masing-masing teknik memiliki keunggulan dan kelebihan tersendiri, sehingga pada hakikatnya teknik yang paling tepat untuk setiap mata pelajaran itu sulit ditentukan, begitu juga kita sulit menggunakan salah satu metode saja secara murni.
Maka biasanya menggunakan variasi, mengkombinasikan dengan teknik lain yang sesuai dan saling menunjang.
Namun dapat disimpulkan bahwa setiap teknik penyajian itu dikatakan baik bila memenuhi kriteria sebagai berikut:
1.    Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
2.    Dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan guru dan pemimpin.
3.    Tergantung pula pada kemampuan orang yang belajar.
4.    Serasi dengan besarnya kelompok.
5.    Melihat waktu penggunaannya.
6.    Melihat fasilitas yang ada.
Macam-macam teknik penyajian ini diharapkan hasil interaksi belajar mengajar itu dapat berdaya guna dan berhasil guna serta memenfaatkan media pendidikan yang ada.

C.KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN BUKU
Ø  KEUNGGULAN
Buku ini mempunyai beberapa keunggulan diantaranya yaitu:
§  Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dimengerti pembaca sehingga apa yang diinginkan penulis dapat tersampaikan.
§  Buku ini dipaparkan secara sistematis dan diuraikan setahap demi setahap guna membantu pembaca untuk memahaminya.
§  Agar pembaca lebih memahami materi, buku ini juga memaparkan contoh implementasi beserta  penerapannya.
Ø  KELEMAHAN
Selain kenggulan buku ini juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya yaitu:
  • Didalam buku ini masih ditemukan beberapa kata yang mengandung arti membingungkan bagi pembaca untuk memahaminya.
  • Buku ini juga terlalu banyak memaparkan teori sehingga pembaca bingung dan cenderung malas untuk mencari arti sebenarnya yang ingin disampaikan oleh penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar